headerphoto

Tiga Sekolah Akan Divalidasi untuk Berstatus SBI

Senin, 31 Mei 2010 09:55:18 - oleh : admin

SMA 10 Yakin, SMA 1 Masih Ragu
Tiga Sekolah Akan Divalidasi untuk Berstatus SBI

SAMARINDA – Tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kaltim berstatus Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) akan segera menjadi Sekolah Berstandar Internasional (SBI). Tim Validasi SBI dari Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Mandikdasmen) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan meninjau kesiapan tiga sekolah tersebut mulai 6 Juni 2010.

Sekolah-sekolah tersebut adalah SMA Yayasan Pendidikan Vidya Dahana Patra (YPVDP) Bontang, SMAN 1 Samarinda, dan SMAN 10 Melati Samarinda. Dalam beberapa kesempatan, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyatakan sangat mendukung sekolah di Kaltim untuk menjadi SBI. 

“Paling tidak dari tiga itu ada satu yang berhasil menjadi SBI. Hal itu bisa menjadi pemicu dan contoh bagi sekolah lainnya,” katanya.

Ketiga sekolah tersebut dipilih karena telah memenuhi beberapa persyaratan sebelum berubah status dari RSBI menjadi SBI. Ada sejumlah kriteria penilaian yang harus dipenuhi. Angka minimal untuk menjadi SBI adalah 850. Setiap tahun, tim dari Ditjen Mandikdasmen melakukan evaluasi. Ketiga sekolah tersebut dianggap memiliki nilai tertinggi di Kaltim.

Kepala SMAN 10 Melati, Hidayat mengatakan, sebenarnya tahun 2009 lalu sekolahnya sudah mencapai skor 914. Tapi syarat yang ditetapkan adalah sekolah berstatus RSBI selama 4-6 tahun sebelum menjadi SBI. SMAN 10 Melati baru ditetapkan menjadi RSBI tahun 2006. Untuk itu perlu ada pemantapan lagi selama setahun.

Jika ada sekolah berstatus RSBI yang tidak mampu memenuhi persyaratan, sekolah tersebut akan dikembalikan statusnya menjadi sekolah reguler. “Atau dalam istilah orang-orang direktorat, sekolah mantan RSBI’,” kata Hidayat.

Ia tidak ingin sekolahnya menjadi sekolah mantan RSBI. Untuk itu ia berharap sesegera mungkin SMAN 10 Melati berubah status menjadi SBI.

“Jika dalam peninjauan nanti minimal nilai kami sama seperti tahun lalu, itu sudah cukup menjadikan sekolah ini sebagai SBI,” katanya.

Untuk itu, ia sangat berharap rekomendasi dari Pemerintah Provinsi Kaltim, Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim, maupun Disdik Samarinda. Terutama dukungan Yayasan Melati.

“Ini untuk kepentingan pendidikan Kaltim dan Indonesia,” katanya.

Tanggal 6 Juni, Tim Validasi SBI akan meninjau SMA YPVDP Bontang. Kemudian esok harinya (7/6) baru ke Samarinda untuk melakukan penilaian di SMAN 10 Melati dan SMAN 1 Samarinda.

Ada beberapa komponen SBI yang harus dipenuhi, yaitu infrastruktur yang memadai, memiliki guru yang berkualitas, kurikulum sesuai pembelajaran, dan manajemen sekolah yang baik.

Kepala SMAN 1 Samarinda, Suardi, kurang yakin sekolahnya bisa meraih predikat SBI tahun ini. “Saya rasa kami baru benar-benar siap menjadi SBI tahun 2011 atau 2012,” katanya.

Ia beralasan, beberapa syarat belum bisa dipenuhi, seperti laboratorium yang belum maksimal. “Di sini, beberapa laboratorium masih campur penggunaannya, seperti laboratorium Biologi campur dengan Kimia,” sebutnya.

Masalah infrastruktur dan fasilitas tersebut, menurutnya, baru bisa terpenuhi ketika sekolah yang beralamat di Jalan Bhayangkara ini pindah lokasi ke gedung baru yang hampir selesai pembangunannya di Jalan Kadri Oening.

“Saya pernah mengajak orang dari Ditjen Mandikdasmen meninjau ke sana, dan mereka kagum dengan gedung baru itu,” kata Suardi.

Memang tidak mudah untuk menjadi SBI. Ada beberapa persyaratan seperti siswa harus lulus 100 persen, standar ketentuan minimal belajar (SKMB) minimal 7,5 untuk setiap mata pelajaran tiap semester, pernah mengikuti dan menjuarai event internasional, hingga mengadakan sister school dengan sekolah di luar negeri.

Selain meninjau tiga sekolah di Kaltim, Tim Validasi SBI juga meninjau 82 sekolah lainnya di Indonesia.  (*/wwn)

Sumber: Kaltim Post, Sabtu, 29 Mei 2010

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya